Software development

Saya belajar kode dari masalah yang saya kenal.

Perjalanan ini dimulai pada 2025 karena rasa penasaran. Dengan AI sebagai partner belajar, saya mencoba, gagal melakukan deploy, memperbaiki logika, dan perlahan membangun produk yang dapat digunakan.

Baca ceritanya
Meja kerja pengembangan software yang minimal

A chapter in progress

Cerita

Teknologi harus membantu manusia. Memahami logika sistem jauh lebih penting daripada sekadar menghafal sintaks.

2025

Mulai belajar

2026

Mulai membangun produk

6

Inisiatif produk

AI

Partner belajar

Bab perjalanan

Pengalaman yang membentuk perjalanan ini.

01

Belajar melalui kegagalan

Saya belajar menggunakan ChatGPT dan Gemini, berkali-kali gagal melakukan deploy, dan hanya melihat beberapa percobaan berhasil berjalan. Justru kegagalan itu yang mengajarkan cara membaca masalah dengan lebih tenang.

02

Smart-Att

Smart-Att lahir karena saya melihat absensi sekolah masih banyak dilakukan secara manual. Tujuannya sederhana: membantu guru menghemat waktu dengan teknologi yang mudah digunakan.

03

Invoice Vendor & Mamoto Office

Invoice Vendor merapikan administrasi vendor yang masih tersebar di buku dan spreadsheet. Dari kebutuhan yang lebih luas, Mamoto Office kemudian dibangun sebagai sistem ERP untuk vendor foto dan video.

04

Produk sebagai ruang belajar

Dompet Keluarga, Proyekin.id, dan Kartu Pembayaran Kas TK melanjutkan proses yang sama: mulai dari kebutuhan nyata, bangun versi kecil, dengarkan pengguna, lalu perbaiki.