Belajar melalui kegagalan
Saya belajar menggunakan ChatGPT dan Gemini, berkali-kali gagal melakukan deploy, dan hanya melihat beberapa percobaan berhasil berjalan.
Justru kegagalan itu yang mengajarkan cara membaca masalah dengan lebih tenang.
Perjalanan ini dimulai pada 2025 karena rasa penasaran. Dengan AI sebagai partner belajar, saya mencoba, gagal melakukan deploy, memperbaiki logika, dan perlahan membangun produk yang dapat digunakan.
Lanjut membaca
Yang saya percaya
01 / 03“Teknologi harus membantu manusia. Memahami logika sistem jauh lebih penting daripada sekadar menghafal sintaks.”
Mulai belajar
Mulai membangun produk
Inisiatif produk
Partner belajar
Bab perjalanan
Inilah beberapa hal yang masih saya bawa ketika memasuki pekerjaan dan bab yang baru.
Saya belajar menggunakan ChatGPT dan Gemini, berkali-kali gagal melakukan deploy, dan hanya melihat beberapa percobaan berhasil berjalan.
Justru kegagalan itu yang mengajarkan cara membaca masalah dengan lebih tenang.
Smart-Att lahir karena saya melihat absensi sekolah masih banyak dilakukan secara manual.
Tujuannya sederhana: membantu guru menghemat waktu dengan teknologi yang mudah digunakan.
Invoice Vendor merapikan administrasi vendor yang masih tersebar di buku dan spreadsheet.
Dari kebutuhan yang lebih luas, Mamoto Office kemudian dibangun sebagai sistem ERP untuk vendor foto dan video.
Dompet Keluarga, Proyekin.id, dan Kartu Pembayaran Kas TK melanjutkan proses yang sama: mulai dari kebutuhan nyata, bangun versi kecil, dengarkan pengguna, lalu perbaiki.