Software development

Idham Djuanda · Personal archive

Saya belajar kode dari masalah yang saya kenal.

Perjalanan ini dimulai pada 2025 karena rasa penasaran. Dengan AI sebagai partner belajar, saya mencoba, gagal melakukan deploy, memperbaiki logika, dan perlahan membangun produk yang dapat digunakan.

Lanjut membaca
Meja kerja pengembangan software yang minimal
A chapter in progress© Idham Djuanda

Yang saya percaya

01 / 03
“Teknologi harus membantu manusia. Memahami logika sistem jauh lebih penting daripada sekadar menghafal sintaks.”
012025

Mulai belajar

022026

Mulai membangun produk

036

Inisiatif produk

04AI

Partner belajar

Bab perjalanan

Pengalaman meninggalkan cara pandang.

Inilah beberapa hal yang masih saya bawa ketika memasuki pekerjaan dan bab yang baru.

01

Belajar melalui kegagalan

Saya belajar menggunakan ChatGPT dan Gemini, berkali-kali gagal melakukan deploy, dan hanya melihat beberapa percobaan berhasil berjalan.

Justru kegagalan itu yang mengajarkan cara membaca masalah dengan lebih tenang.

02

Smart-Att

Smart-Att lahir karena saya melihat absensi sekolah masih banyak dilakukan secara manual.

Tujuannya sederhana: membantu guru menghemat waktu dengan teknologi yang mudah digunakan.

03

Invoice Vendor & Mamoto Office

Invoice Vendor merapikan administrasi vendor yang masih tersebar di buku dan spreadsheet.

Dari kebutuhan yang lebih luas, Mamoto Office kemudian dibangun sebagai sistem ERP untuk vendor foto dan video.

04

Produk sebagai ruang belajar

Dompet Keluarga, Proyekin.id, dan Kartu Pembayaran Kas TK melanjutkan proses yang sama: mulai dari kebutuhan nyata, bangun versi kecil, dengarkan pengguna, lalu perbaiki.